image1 image2 image3

HELLO I'M Muhammad Rois Rinaldi|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|

Tentang Muhammad Rois Rinaldi


Muhammad Rois Rinaldi lahir di Kramatwatu, Serang, Banten pada 8 Mei 1988. Keterlibatannya di dalam kesusastraan dimulai dari kegemarannya mendeklamasikan puisi dari panggung ke panggung  sejak Sekolah Dasar (SD), tepatnya di tahun 1998, baik di dalam perlombaan-perlombaan maupun ketika diminta mengisi kegiatan perpisahan sekolah sebelum akhirnya tertarik menulis puisi. Karena ia hidup di kampung yang jauh dari jangkuan media massa, sejak kecil karya-karya yang ia tulis di kertas HVS, ia simpan sendiri di lemari. Hingga  memasuki masa kuliah, tahun 2009, ia mulai akrab dengan media massa dan penerbitan buku.
Ia lebih dikenal sebagai penyair, meski ia kerap menulis esai yang dimuat di media nasional dan di negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura. Selain itu cerita pendek Rois pernah diterbitkan  dalam buku Negeri Tanpa Nama (Ladang Pustaka, 2013). Namun Rois memang lebih produktif menerbitkan buku puisi. Beberapa buku puisinya adalah Dua Wajah (RD Pulishing, 2012), Sepasang Angsa (Abatasta Publishing, 2012), Sangkalamorgana (Sembilan Mutiara, 2013), dan Terlepas (Pustaka Senja, 2015). Adapun buku esainya, Sastracyber, Makna dan Tanda (Esastra Enterprise, 2015), dinobatan sebagai buku terbitan Esastra Enterprise terbaik dalam kurun waktu 10 tahun di Malaysia (HesCom 2015) dan Noor Aisya: Karya & Kiprahnya (Pustaka Senja, 2015) dipasarkan khusus di Singapura.
Puisi-puisi Rois dimuat juga di dalam puluhan antologi puisi bersama di antaranya Sekoia (Gaksa Enterprise, 2017), Matahari Cinta Samudra Kata (Yayasan Puisi Indonesia, 2016), Temu Sastarwan MPU NTT (Dinas Kebudayaan NTT, 2015), 100 Penyair Indonesia-Malaysia (Numera, 2015), Risalah Melayu Nun Serumpun (Badan Bahasa Malaysia, 2014), Habis Gelap Terbitlah Sajak (Dewan Kesenian Sragen, 2013), Temu Sastrawan MPU Yogyakarta (Dewan Kesenian Yogyakarta, 2012), dan Puisi Audio Visual Membaca Banten (Komunitas Rahim Cilegon, 2011).
Selain di Indonesia, kiprahnya mendapat tempat di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sehingga karya-karyanya kerap dimuat di media massa nasional di negara-negara tersebut. Bahkan Puisinya yang bertajuk “Nun Serumpun” terpilih sebagai puisi terbaik dalam Malam Anugerah Puisi Dunia yang diselenggarakan oleh Nusantara Melayu Raya (Numera) di Badan Pustaka dan Bahasa Malaysia dan menerima Anugerah Utama Puisi Dunia 2014. Pada tahun yang sama ia menerima Anugerah Utama Penyair 2014 dari Esastera Malaysia di Dinasty Hotel Kuala Lumpur.
Rois merupakan penyair yang dekat dengan pelajar sejak ia meluncurkan program independen dan mandiri, Sastra Generasi Sekolah, melalui komunitas yang ia bentuk, Lentera Sastra Indonesia. Melalui program tersebut ia langsung terjun ke sekolah dan perguruan tinggi untuk memberikan wawasan kepada pelajar mengenai sastra. Tidak hanya itu, ia juga bergrilya ke kampung-kampung dengan mendirikan rumah baca di beberapa titik perkampungan di Banten yang ia namai Rumah Baca Bintang Al-Ikhlas.
Sebagai penyair muda yang pernah menjadi salah satu kunci pergerakan Persatuan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Banten, kiprah Rois di tanah kelahirannya dalam pengembangan kesenian, khususnya sastra, sangat diperhitungkan. Ia menjadi penyair termuda yang menjadi tim pengusung sekaligus pemateri di dalam pembentukan Dewan Kesenian Banten, 2015. Rois pula yang dipercaya oleh Forum Seniman Cilegon sebagai Ketua Tim Seleksi yang terdiri dari 9 orang untuk menentukan calon-calon Ketua Dewan Kesenian Cilegon, 2016.
Ia kini menjabat sebagai Presiden Lentera Sastra Indonesia/Lentera Internasional, Direktur Kajian dan Pengembangan Puisi517, dan pendiri Rumah Baca Bintang Al-Ikhlas Banten. Ia salah satu founder Gabungan Komunitas Sastra Asean (Gaksa) bersama  Persatuan Aktivis E-Sastera Malaysia, Komunitas Penulis Melayu Patani, Putra Seni Brunei Darussalam, dan Kumpulan Bebas Melata Singapura. Aktivitasnya kini selain mengisi acara sastra di sekolah dan perguruan tinggi, ia juga editor berbagai gendre karya sastra, terutama puisi. Dapat dihubungi melalui rois.rinaldi.muhammad@gmail.com


KARYA SASTRA DALAM BUKU BERSAMA

1.       1000 Detik Perasaan (Gaksa Enterprise, 2016)
2.       Matahari Cinta Samudra Kata (Yayasan Puisi Indonesia, 2016)
3.       MPU NTT (Dinas Kebudayaan NTT, 2015)
4.       Madzhab Puisi  (Vio Publisher , 2015)
5.       Tifa Nusantara II (DKKT Tangerang, 2015)
6.       100 Penyair Indonesia-Malaysia (Numera, 2015)
7.       BM: Menyulam Kasih (Sarjana, Malaysia, 2014)
8.       Lentera Sastra II (Lentera Internasional Publishing, 2014)
9.       Banten Menolak Korupsi (RD Publishing, 2014)
10.   Risalah Melayu Nun Serumpun (Badan Bahasa Malaysia, 2014)
11.   Memo Untuk Presiden (Indonesia, 2014)
12.   MH17 (Malaysia, 2014)
13.   Bilingual SPRING FIESTA (Yogyakarta, 2013)
14.   Negeri Tanpa Nama (Cerpen, Jakarta, 2013)
15.   Negeriku dalam Puisi (Manado, 2013)
16.   Lentera Sastra (Sembilan Mutiara Publishing, 2013)
17.   BM: Melantun Sayang (Sarjana, Malaysia, 2013)
18.   Jendela Senja (Kabut Tipis, 2013)
19.   Sang Kalamorgana (Sembilan Mutiara Publishing, 2013)
20.   Puisi Menolak Korupsi (2013)
21.   Dari Dam Sengon (Kudus, 2013)
22.   Tifa Nusantara (Tangerang, 2013)
23.   Kritik dan Puisi 2,7 (Bengkel Publishing, 2013)
24.   Habis Gelap Terbitlah Sajak (Sragen, 2013)
25.   Sastrawan MPU (Banten, 2013)
26.   Jejak Sajak (Bengkel Publishing, 2012)
27.   Dampu Awang (Bogor, 2012)
28.   Requiem Bagi Rocker (Surakarta, 2012)
29.   Dari Sragen Membaca Indonesia (Sragen, 2012)
30.   Koleks Puisi Warga BPSM (Bengkel Publishing, 2012)
31.   Esai Reparasi dan Apresiasi (Bengkel Publishing, 2012)
32.   Sastrawan MPU (Dewan Kesenian Yogyakarta, 2012)
33.   Cerpen My Firs Love (2012)
34.   Esai Reparasi dan Apresiasi Puisi (BPSM, 2012)
35.   Audio Visual Membaca Banten (Cilegon, 2011)

ANUGERAH/PENGHARGAAN

  1. Anugerah Penyair Siber Asean 2016 (E-Sastera Malaysia)
  2. Tokoh Sasterawan Alam Siber 2015 (E-Sastera Malaysia)
  3.  Anugerah Utama Penyair Alam Siber 2015 (E-Sastera Malaysia)
  4. Anugerah E-Sastera Novelis 2015 (E-Sastera Malaysia)
  5. Buku Terbaik 2005-2015 posisi kedua  (E-Sastera Malaysia)
  6. Anugerah Utama Penyair Alam Siber 2014 (E-Sastera Malaysia)
  7. Anugerah Cerpen Alam Siber ke-III  2014 (E-Sastera Malaysia)
  8. Anugerah Utama Puisi Dunia (Numera Malaysia, Maret 2014)
  9. Anugerah Penyair dan Tokoh E-Sastera Indonesia 2013
  10. Anugerah Cerpen Alam Siber ke-I (eSastera Malaysia, 2013)
  11. Juara I Lomba Menulis Puisi 3 Negara (Lentera Internasional, 2012)
  12. Juara I Lomba Menulis Puisi 3 Negara (Lentera Internasional, 2011)
  13. Kelompok Seni Mahasiswa se-Banten Terbaik (Dikti Banten, 2011)
  14. Siswa Berprestasi Yayasan Pendidikan Fatahillah Cilegon (2009)
  15. Juara I Lomba Pidato se-Provinsi Banten (Piala Gubernur, 2009)
  16. Juara I Membaca Puisi se-Provinsi Banten (Pekan Paskibra, 2008)
  17. Juara II Lomba Membaca Puisi se-Provinsi Banten (Cikulur, 2007)
  18. Siswa Berkepemimpinan Terbaik  (Dindik Kab. Serang, 2006)
  19.  Juara II Lomba Membaca Puisi se-Kabupaten Serang (Dindik, 2000)
  20. Juara I Membaca Puisi se-Kabupaten Serang (Dindik, 1998)


Share this: